Select Page

Mendapatkan tawaran kerja baru tentu menjadi momen yang membahagiakan. Setelah melalui proses seleksi dan wawancara, rasanya wajar jika kita ingin segera mengatakan, “Ya, saya terima.”

Namun, ada satu hal yang sering kali terlupakan: tawaran pertama bukan berarti tawaran terakhir.

Salah satu kisah yang paling sering dibahas dalam topik negosiasi karier datang dari Sheryl Sandberg, mantan COO Meta.

Sebuah Saran yang Mengubah Nilai Sebuah Tawaran

Pada tahun 2001, Sheryl Sandberg mendapat tawaran untuk bergabung dengan Google. Saat itu, Google masih merupakan perusahaan yang sedang growing dan belum sebesar sekarang.

Sandberg mengaku bahwa ia hampir langsung menerima tawaran tersebut. Baginya, kesempatan bergabung dengan perusahaan seperti Google sudah terasa sangat menarik.

Namun sebelum memberikan jawaban, ia mendapatkan sebuah saran dari mentornya.

Kurang lebih pesannya sederhana:

“Jangan langsung terima tawaran pertama. Tapi coba Negosiasi dulu!.”

Sandberg pun kembali berdiskusi dengan tim Google mengenai paket kompensasi yang ditawarkan. Prosesnya dilakukan secara profesional dan penuh rasa saling menghargai.

Hasilnya, ia memperoleh paket kompensasi yang lebih baik, termasuk komponen saham (stock options) yang di kemudian hari bernilai sangat besar ketika Google berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Bagi Sandberg, pelajaran terbesarnya bukan sekadar memperoleh kompensasi yang lebih tinggi. Ia menyadari bahwa perusahaan yang benar-benar menginginkan kandidat terbaik umumnya terbuka untuk berdiskusi secara profesional.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Tidak semua orang akan bergabung dengan perusahaan teknologi raksasa. Namun prinsip negosiasi yang digunakan tetap relevan, baik untuk profesional yang sedang berpindah pekerjaan maupun yang mendapatkan promosi internal.

1. Jangan Terburu-buru Memberikan Jawaban

Mendapatkan job offer memang menyenangkan, tetapi tidak ada salahnya meminta waktu satu atau dua hari untuk mempelajari seluruh paket kompensasi.

Keputusan yang baik biasanya lahir dari pertimbangan yang matang, bukan karena rasa khawatir kehilangan kesempatan.

2. Lihat Keseluruhan Paket, Bukan Hanya Gaji Pokok

Gaji memang penting, tetapi sering kali bukan satu-satunya komponen yang menentukan.

Perhatikan juga bonus, insentif, asuransi, dana pensiun, kebijakan kerja fleksibel, cuti, peluang pengembangan karier, hingga program kepemilikan saham jika tersedia.

Dalam beberapa kasus, nilai keseluruhannya bisa jauh lebih menarik dibandingkan sekadar kenaikan gaji bulanan.

3. Negosiasikan Nilai yang Anda Bawa

Alih-alih mengatakan bahwa Anda membutuhkan gaji lebih tinggi karena biaya hidup meningkat, akan lebih kuat jika diskusi berfokus pada kontribusi yang dapat Anda berikan.

Misalnya, pengalaman memimpin proyek strategis, membangun bisnis baru, meningkatkan efisiensi, atau mengembangkan hubungan dengan klien.

Perusahaan pada dasarnya berinvestasi pada potensi kontribusi, bukan pada kebutuhan pribadi kandidat.

4. Lakukan Riset Sebelum Menentukan Ekspektasi

Mengetahui kisaran kompensasi untuk posisi yang sama akan membantu Anda bernegosiasi dengan lebih percaya diri.

Dengan dasar informasi yang baik, diskusi menjadi lebih objektif dan profesional dibandingkan hanya menyebut angka berdasarkan perkiraan.

5. Ingat, Recruiter Bukan Lawan Negosiasi

Sering kali recruiter justru ingin Anda bergabung. Mereka juga memiliki target untuk mendapatkan kandidat terbaik.

Karena itu, bangun percakapan yang kolaboratif. Tunjukkan antusiasme terhadap posisi yang ditawarkan, sekaligus sampaikan harapan Anda dengan alasan yang jelas dan masuk akal.

Pendekatan seperti ini biasanya menghasilkan diskusi yang jauh lebih positif dibandingkan negosiasi yang bersifat menekan.

Negosiasi Adalah Bagian dari Proses Profesional

Kisah Sheryl Sandberg mengingatkan bahwa negosiasi bukan berarti tidak bersyukur atas sebuah kesempatan. Sebaliknya, negosiasi adalah bagian dari proses untuk memastikan bahwa kedua belah pihak memulai hubungan kerja dengan ekspektasi yang selaras.

Perusahaan ingin mendapatkan talenta terbaik. Di sisi lain, kandidat juga ingin merasa bahwa pengalaman, kemampuan, dan kontribusinya dihargai secara adil.

Pada akhirnya, negosiasi salary bukan tentang “menang” atau “mengalah”. Tujuannya adalah menemukan titik temu yang membuat kedua belah pihak sama-sama yakin bahwa mereka sedang memulai sebuah kerja sama yang bernilai untuk jangka panjang.

Baca Juga Artikel tentang Negosiasi menarik lainya: