Select Page

Oleh: Ir. Edy Sutrisman, M.M., CCGO, CCCO, QCRO, CGRCEO

Tulisan saya kali ini mengangkat tema tentang pengembangan talent Rekind dan kontribusi nyatanya untuk bangsa dan negara.

Dalam buku best seller-nya ’UNBOSS’, Lars Kolind, Chairman pabrik pompa terkenal Grundfos asal Denmark, membalik paradigma lama tentang bisnis dan manajeman. Kolind menegaskan bahwa tujuan sebuah bisnis bukan semata-mata soal meraih laba sebesar-besarnya, tapi juga visi sosial dan kontribusinya terhadap masyarakat.

Rekind Melahirkan Talent Terbaik

Banyak yang belum tahu bahwa beberapa orang besar pernah ditempa dan dibesarkan oleh Rekind. Sebut saja, Arifin Tasrif mantan menteri ESDM, Triharyo Susilo mantan stafsus menteri ESDM yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai CEO Supreme Energy, Nicke Widyawati mantan Dirut Pertamina, Bakir Pasaman mantan Dirut Pupuk Indonesia, dan Hasto Kristiyanto, seorang engineer yang beralih profesi menjadi politikus, meniti karir dari bawah hingga mencapai pucuk pimpinan tertinggi sebagai Sekjen PDIP.

Dengan bekal leadership, managerial skill, ilmu korporasi yang mumpuni, talent-talent terbaik Rekind bertebaran, berkarir cemerlang sebagai pimpinan puncak BUMN, baik sebagai dirut maupun direktur seperti; PLN, Pertamina Gas, Pupuk kaltim, Petrokimia Gresik, Pupuk Iskandar Muda, Surveyor Indonesia, Mega Eltra, direktur PTPN 13, Pembangunan Perumahan, Barata Indonesia, Boma Bisma Indra, dan tentunya menjadi direksi di kampungnya sendiri Rekind.

Bukan hanya di lingkungan BUMN, alumni Rekind juga banyak yang berkarir sebagai CEO dan direktur di perusahaan swasta, multinasional, dan asing, seperti; Prosys Bangun Persada, Mentari Group, Rukun Raharja, Bakrie Metal Industries, Truba Jaya Engineering, Bakrie Construction, Supreme Energy, AMEC Berca, Black & Veatch, General Electric, dan Kellogg Brown & Root Technology.

Rekind Peduli Dunia Pendidikan

Sejarah juga mencatat, kiprah alumni Rekind tidak hanya sebatas di dunia korporasi, pemerintahan, dan politik, tetapi juga merambah ke dunia pendidikan. Sebut saja, almarhum Dr. Ir. Hari Gemuruh, mantan dirut Rekind yang adalah salah satu pendiri program studi pasca sarjana Manajemen Proyek, Departemen Teknik Sipil UI. Beliau adalah pakar project management yang pernah dimiliki Indonesia. Project management adalah cabang ilmu yang sangat dibutuhkan di perusahaan kontraktor seperti Rekind. Banyak ahli manajemen proyek di Rekind, bahkan President PMI Chapter Indonesia pun adalah orang Rekind, Arisman Indrawan, PMP.

Kalau di UI ada almarhum Hari Gemuruh, maka di UGM ada Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., MPM, Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Beliau pernah bekerja sebagai 3D Design System Engineer Rekind. Setelah menyelesaikan pendidikannya di University of Queensland, beliau kemudian memutuskan memilih untuk berkarir sebagai dosen di Fakultas Teknik UGM. Sebagai seorang dosen muda, karirnya sangat bagus sehingga berhasil memperoleh beasiswa S3 di National University of Singapore, bidang Industrial & Systems Engineering. Guru Besar termuda ini sekarang menjabat sebagai Kepala Departmen Teknik Mesin dan Industri di FT UGM.

Budaya Perusahaan Mendukung Lahirnya Orang Hebat

Ide pendirian Rekind datang dari DR. Ir. Hartarto Sastrosoenarto, Dirjen Industri Kimia Departemen Perindustrian. Beliau memiliki visi membangun industri secara mandiri, membebaskan diri dari ketergantungan pada bangsa asing. Dalam bukunya beliau mengatakan,

“A Country without engineering (EPC) company is country without brain.”

Untuk mewujudkan cita-cita ini diperlukan insinyur-insinyur cerdas, militan, dan cinta tanah air yang siap belajar keras ’merebut’ teknologi dari perusahaan EPC asing. Intinya, asing tidak akan pernah rela menyerahkan teknologinya.

Cerita heroik pendirian Rekind ini pernah saya dengar langsung dari Ir. Wardijasa di kediamannya. Beliau salah satu tokoh saksi sejarah yang ikut andil dalam pendirian Rekind.

Budaya Learning Organization ini sangat optimal dijalankan karena didukung oleh iklim kerja yang kondusif, yaitu budaya egaliter dan demokratis. Berbeda dengan kultur di kebanyakan perusahaan BUMN lain yang masih feodal.

Pengalaman proyek-proyek selalu dijadikan lesson learned yang didokumentasikan dengan rapi dalam Prosedur dan Work Instruction, serta disosialisasikan dalam forum-forum diskusi.

Cara pengambilan keputusan di Rekind tidak melulu top down, lebih sering diambil melalui diskusi-diskusi yang sehat, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan opini sesuai dengan kompetensi dan pengalamannya masing-masing. Solusi yang diajukan anggota tim berbeda-beda, namun ketika pimpinan sudah mengambil keputusan maka semua anggota tim akan menjalankannya dengan patuh dan solid. Proses disuksi yang intelek dan demokratis ini dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman anggota, di sinilah proses pembelajaran terjadi.

Sebagai penutup, quote ini sangat tepat untuk menggambarkan suasana kerja Rekind,

“In any organization your biggest assets are the employees. Happier employees will lead to better performance“.

Rekind adalah perusahaan yang berhasil menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan, bukan toxic environment, sehingga dapat melahirkan orang-orang hebat.

Tasikmalaya, 06 Juni 2025

Ir. Edy Sutrisman, M.M., CCGO, CCCO, QCRO, CGRCEO