Select Page

Beberapa Inisiatif Dalam Knowledge Management

Bagaikan sebuah perjalan perkembangan seekor kupu-kupu, mulai dari ulat, kepompong, lalu beralih menjadi kupu-kupu yang cantik. Begitu juga perjalanan dari perjalanan Knowledge atau impelementasi Knowledge Management (KM) di perusahaan, bisa berkembang menjadi lebih baik, bermetamorfosis menjadi cantik, atau malah mati di tengah jalan. KM is a journey.

Akan tetapi banyak pemimpin yang kurang menyadari arah perkembangan Knowledge atau Knowledge Management di perusahaannya. Mereka merasa telah berada pada jalur yang benar, tetapi tiba-tiba terjebak pada upaya yang sia-sia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mengetahui pengembangan KM adalah dengan menggunakan KM Assessment. Dari assessment tersebut kita dapat mengetahui seberapa baik kita telah menerapkan KM dan seberapa besar pengaruh KM terhadap kinerja organisasi. Selain itu, yang terpenting adalah strategi kedepan yang dibuat berdasarkan assessment tersebut.

Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan KM diantaranya adalah Most Innovative Knowledge Enterprises (MIKE) Study, Collaborative Climate Survey (CCS), dan Intangible Asset Monitoring (IAM).

Most Innovative Knowledge Enterprises (MIKE) Study

MIKE Study merupakan suatu studi yang dilakukan setiap tahun yang mengukur seberapa besar suatu organisasi dikagumi masyarakat untuk menjadi organisasi berbasis pengetahuan, atau Knowledge Enterprise. MIKE Study ini mengukur beberapa kriteria dari suatu organisasi atau perusahaan. Diantaranya adalah Kepemimpinan, budaya perusahaan, knowledge sharing dan kolaborasi, intellectual capital management, customer knowledge, inovasi, dan seberapa besar nilai tambah yang diberikan bagi perusahaan. MIKE Study merupakan suatu metode pengukuran dengan berbasis pada kriteria-kriteria tersebut. Selain memotret kondisi saat ini, alat ini juga membantu perusahaan dalam memformulasikan strategi agar dapat menjadi Knowledge Enterprises.

Salah satu perusahaan atau organisasi di Indonesia juga ada yang menjadi terbaik di tingkat internasional. Salah satu contohnya adalah Binus University yang pernah memenangi MIKE Award tingkat international di tahun 2020 yang lalu. Selain itu beberapa perusahaan besar di Indonesia seperti Unilever, Astra International, Pertamina juga pernah menjuarai study ini dalam periode beberapa tahun yang lalu saat namanya masih MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise).

Collaborative Climate Survey (CCS)

Metode lain yang dapat digunakan dalam mengukur knowledge management adalah Collaborative Climate Survey (CCS). CCS merupakan instrument hasil penelitian Hanken School of Economics, Finlandia dengan Queensland University of Technology, Australia, yang memperlihatkan bagaimana pengetahuan di suatu organisasi dapat mengalir secara efektif dan berpengaruh terhadap penciptaan nilai (value creation). Survei ini difokuskan pada empat faktor yang menggerakkan aliran pengetahuan dalam organisasi: Employee Attitude, Work Group Support, Immediate Supervisor, dan Organizational Culture.

Intangible Asset Monitoring

Metode yang terkahir adalah Intangible Asset Monitoring (IAM). IAM merupakan metode yang mengukur pengaruh intangible assets terhadap kinerja organisasi dengan menggunakan 3 pilar : People Competence, Internal Process, dan External Structure. Pengukuran dibuat berdasarkan empat faktor utama dalam organisasi: Growth, Innovation/Renewal, Efficiency dan Risk. Dari hasil pengukuran ini, organisasi dapat memetakan sejauh mana peran intangible assets saat ini dan sisi mana yang perlu dioptimalkan.

Penggunaan ketiga tools tersebut disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Lama pengerjaan juga sangat bergantung dengan kondisi perusahaan. Pengukuran juga dapat dilakukan secara rutin, misalnya setiap tahun atau setiap dua tahun, agar perkembangan KM tetap berjalan dalam koridornya. Dengan arah perkembangan yang tepat, niscaya KM akan menjadi kupu-kupu yang memberikan nilai tambah positif terhadap perusahaan.

Sebagai kesimpulan bahwa belajar, bertumbuhnya knowledge, dan implementasi knowledge management merupakan sebuah perjalanan panjang. Keuntungan pengukuran dari inisiatif tersebut adalah kita bisa mengetahui baseline dan variabel yang perlu kita benahi dan perbaiki  di masa yang akan datang.